Pada tanggal ini 5 tahun yang lalu (17 Februari 2009),
secara resmi saya masuk kerja sebagai karyawan PKPU Yogyakarta sebagai customer relation. Tak terasa waktu
cepat sekali berlalu. Ternyata sudah lima tahun. Bukan waktu yang singkat bagi
saya. Awal bekerja tentu banyak sekali penyesuaian, dari yang tadinya mahasiswa
terus bekerja sebagai seorang karyawan dengan segala tanggung jawabnya. Saya cukup menikmati pekerjaan saya sebagai customer relation karena saya bisa
berinteraksi dengan banyak orang. Tak jarang saya mendapatkan banyak cerita dan
juga menjadi tempat curhat bagi mereka terutama para donatur karena tugas saya
memang melayani donatur (muzakki).
Interaksi saya terutama dengan para donatur membuat ada
ikatan yang erat di antara saya dengan mereka. Rasanya senang ketika bisa
berjumpa dengan mereka. Menanyakan kabar, mengobrol, dan mendoakan mereka.
Ketika saya berubah posisi tidak di bagian customer
relation, ada hal yang hilang, ada hal yang saya rindukan yaitu
berinteraksi langsung dengan mereka. Namun kerinduan itu cukup terobati ketika
saya bisa silaturahim lagi dengan mereka baik di rumah maupun di kantornya.
Beberapa kali saya dan rekan saya silaturahim kepada
donatur. Ini adalah bagian dari agenda kantor untuk menjaga hubungan baik dengan
para donatur. Alhamdulillah, silaturahim selalu membawa kesegaran. Ada saja
pencerahan yang kami dapatkan sebagai buah dari silaturahim. Seperti beberapa
waktu lalu kami silaturahim kepada salah seorang donatur yang tinggal di Perum
GPW jakal km 13. Awalnya kami tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan
beliau karena beliau sering bertugas ke luar negeri. Namun Allah berkehendak
lain, alhamdulillah kami bisa bertatap muka.
Banyak cerita mengalir dari mulut beliau. Mulai dari
keajaiban-keajaiban yang beliau rasakan setelah berbagi hingga tips bagaimana
menjadi orang yang sukses. Baginya berbagi itu adalah sebuah keharusan karena dengannya
ia mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Berbagi juga harus ikhlas, jangan
untuk mendapatkan balasan dari manusia karena kita akan kecewa. Berharap kepada
Allah saja, ikhlas.
Donatur yang lain memberikan pencerahan yang berbeda ketika
kami berunjung ke kantornya. Dia seorang dosen kedokteran di universitas
ternama di Jogja. Nasehatnya kemudian membuat saya merenung. Beliau
mengingatkan , “Bekerja itu dengan passion”.
Orang yang kalau bekerja hanya sekedar bekerja dibandingkan dengan orang bekerja didasari oleh passion pasti berbeda rasa dan hasilnya.
Masih ingat postingan saya tentang passion? Silakan cek disini
Saya berharap bisa menjalankan amanah ini dengan baik,
dengan penuh tanggung jawab sehingga mengasilkan kontribusi bagi masyarakat
luas. Semoga Allah seantiasa membimbing saya untuk mampu menjalankan amanah
yang ada dengan baik. Aamin
Kata-katanya masih terngiang di telinga saya, "Bekerja itu dengan passion"
Kata-katanya masih terngiang di telinga saya, "Bekerja itu dengan passion"
mantap mbak cece..mbakc cece full pasiionn ehe
BalasHapusaamiin, makasih Ky
Hapusbetul.. jika bekerja sesuai passion, kita seperti menjalankan hobi dan tidak merasa seperti berkerja :)
BalasHapusjika kita bekerja keras dan senantiasa mengasah keterampilan kita maka passion akan mengikuti kita:)
Hapus