Senin, 16 Oktober 2017

Ragusa Italian Ice Cream

Hari minggu (15/10/2017) saya ada janji dengan teman di Jakarta. Kami memutuskan untuk ketemu di Istiqlal sekalian ikut kajian bersama Aa Gym, namun ternyata info yang disampaikan teman saya salah. Tidak ada kajian Aa Gym pada hari itu. Kami tetap memutuskan untuk bertemu di Istiqlal karena saya belum pernah kesana, seringnya lewat doang hehehe.


Pagi itu saya naik KRL dari Bekasi menuju Jakarta Kota. Saya turun di Stasiun Juanda, keluar dari stasiun kemudian menyebrang di Jembatan penyeberangan  dan taraaaa sampai deh di Masjid Istiqlal. Hari itu Jakarta terasa panas sekali, panasnya sangat menyengat. Istiqlal juga ramai sekali, banyak bus-bus dari luar kota. Ternyata di sana sedang berlangsung kegiatan komunitas Tarekhat Islamiah (apa gitu saya lupa tepatnya). Di aula utama penuh banget dan akhirnya saya memilih menunggu teman saya di selasar selatan. Oooh, ini toh yang namanya Istiqlal. Akhirnya saya berhasil ke sini juga:D

Masjid Istiqlal

Karena kondisi Istiqlal sedang kurang nyaman menurut saya (saking banyaknya orang) kami memutuskan untuk ngobrol dan mencicipi Ragusa Italian Ice Cream yang terletak di selatan Masjid Istiqlal. Tokonya sih tidak terlalu luas namun ramai sekali, beruntung kami dapat tempat duduk. Kamipun segera memesan es krim kemudian teman saya memesan asinan Jakarta yang ada di sebelah Ragusa. Oiya di Ragusa ini memang hanya ada es krim dan minuman ringan yang dijual, untuk makanan kita bisa pesan di food court kecil yang ada di sebelah toko Ragusa. Di sana tersedia sate ayam, asinan Jakarta, gado-gado dan lain-lain. Banyak pengunjung yang memesan es krim kemudian memesan makanan di sana. Oiya asinan Jakartanya enak juga lho, seger banget di lidah.


Banana Split, enak banget :p

Asinan Jakarta, Chocolate Sundae, & Banana Split

Untuk harga es krim mulai Rp. 15.000-35.000, kalau untuk makanannya saya kurang tau berapa harganya karena dibayarin hehehe (alhamdulillah). Untuk rasa es krimnya enak banget. Manisnya pas dan tidak bikin eneg. Lumayan, saya dapat rekomendasi tempat lagi untuk "kabur" jika sedang bosan di Bekasi hehehe. Ragusa ini bisa jadi alternatif tempat kuliner bareng teman-teman atau keluarga.

Senangnya hari itu bisa silaturahim dengan teman, ngerasain es krim enak dan makanan enak. Alhamdulillah, alhamdulillah, see you:)

Jumat, 06 Oktober 2017

Gen M #Review

Akhirnya beli juga buku Gen M. Saya mengetahui buku ini dari postingannya Pak Yuswohady. Saya termasuk pengunjung setia situs pribadinya. Entah mengapa saya selalu tertarik membaca postingan-postingan beliau yang berkaitan dengan branding, marketing, dan lain-lain. Sebenarnya saya suka membaca postingan beliau sejak saya punya amanah sebagai tim marketing PKPU Yogyakarta (2009-2015). Ternyata kebiasaan membaca blog beliau tak berkurang setelah saya tidak menjadi tim marketing lagi hehehe.

Gen M adalah sebutan yang diberikan oleh Pak Yuswohady dan tim untuk generasi muslim yang religius, modern, inklusif, dan makmur. Ide menulis buku ini tercetus setelah buku Marketing to The Middle Class Moslem. Dalam buku Marketing To The Middle Class Moslem dapat digambarkan 4 sosok konsumen kelas menengah Muslim yaitu Apatis, Rasionalis, Konformis, dan Universalis. Sosok universalis ini yang diprediksi Pak Yuswohady dan tim akan semakin berkembang jumlahnya dan menjadi kekuatan pasar yang luar biasa. Segmen pasar Universalis ini yang kemudian oleh Pak Yuswohady disebut dengan Generation Muslim #GenM.

Berikut ini adalah beberapa karakteristik Gen M:

Religius
Mereka adalah sosok yang memiliki iman, Islam, dan ihsan yang tinggi. Sangan concern dengan nilai-nilai keislaman. Contoh yang sangat terlihat adalah mereka sangat memperhatikan kehalanan suatu produk.

Modern
Mererka adalah sosok yang berpengetahuan luas, melek teknologi,eksis di dunia digital, dan memiliki global mindset.

Universal Goodness (Rahmatan lil 'alamin)
Mereka adalah sosok-sosok dengan karakteristik yang humanis dan inklusif. Mereka ingin menampilkan Islam sebagai agama yang cinta damai dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Mereka juga merupakan pribadi-pribadi yang menjunjung toleransi.

High Buying Power
Gen M adalah kelas menengah yang sudah tercukupi kebutuhan dasarnya. Mereka konsumtif dan produk-produk yang dikonsumsipun bukan hanya produk lokal tetapi juga produk global. Namun mereka juga termasuk kelompok masyarakat yang sudah sadar untuk mengelola keuangan. Selain itu mereka juga termasuk orang yang pemurah (rajin memberi). Dikutip dalam buku ini, "Semakin kaya, semakin pintar, semakin banyak memberi". Itulah gambaran Gen M.


Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar di sini mengenai karakteristik Gen M. Yang jelas buku ini sangat informatif sekali menjelaskan tentang siapa itu Gen M, insight dan bagaimana strateginya untuk menarik segmen ini dalam pemasaran. Buku ini layak dibaca siapa saja terutama buat para pebisnis. Selain itu buku ini juga cocok dibaca untuk para aktifis masjid atau aktifis dakwah yang menyasar #GenM. Dakwah jaman sekarang harus kreatif apalagi jika sasarannya adalah generasi muda.

Selamat membaca! Have a nice day!:)


Senin, 02 Oktober 2017

Mbaknya Sendirian?

Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin (30/0/2017) saya jalan-jalan sendiri ke Grand Galaxi Park. Setelah dari Al Azhar Jakapermai saya langsung cuss kesana. Niatnya sih mau nyari jaket sama tas kanvas karena baru ada Clothing Festival di sana. Nah karena udah lapar banget, setelah dari parkiran saya langsung cari tempat makan. Akhirnya saya memutuskan untuk makan di Solaria. Saya duduk di lantai dua dekat jendela dan posisinya ada di pojok. 

Sambil menunggu pesanan datang saya buka-buka HP. Tak lama setelah itu ada seorang pemuda dan dua orangnya temannya datang dan mencari meja. Di depan saya ada meja kosong yang muat untuk empat orang tetapi mejanya kotor karena sisa makanan belum dibersihkan. Entah mengapa mereka milih di meja itu padahal ada meja lain yang sudah bersih disampingnya.

Tak lama kudengar kasak-kususk dari mereka. Kasak-kusuk itu bunyinya adalah, "Mbaknya sendirian". Mbaknya siapa sih batinku? Karena disitu mbak-mbak yang sendirian cuma aku yang lainnya bergerombol, ada yang sama keluaganya, ada yang sama temen-temennya. Akulah satu-satunya yang sendirian duduk di dekat meja mereka. Dan woi, mereka bukan bisik-bisik, kalau bisik-bisik mah aku nggak bakalan denger.

Aku cuek aja sambil mainan HP, sok cool gitu lah. Terus kenapa kalau aku sendirian???!!!
Nah pesenankupun datang, aku makan dengan lahapnya, udah lapeeeeeeeer banget. Obrolan mereka cukup terdengar dari mejaku. Sepertinya mereka adalah anak-anak fresh graduate yang lagi ngomongin masa depan (kerjaan), ada yang lagi cerita soal mau daftar BUMN, ada yang nggak tertarik daftar PNS dan lain-lain. Fiuhhhh, dasar anak muda!!! (eh, sok tua aku padahal muda juga wkwkwkwk).

Selesai makan, minuman yang kupesan belum juga datang, terpaksa deh harus teriak-teriak ke Mbak pelayan untuk minta minuman. Maklum udah seret banget tenggorokan. Sesekali aku melirik 3 anak muda itu. Duh dek, moga-moga masa depan kalian cerah. Setelah menyelesaikan makan dan minum aku masih asyik dengan HPku sambil menikmati suasana malam itu. Setelah merasa cukup, akupun segera beranjak pergi dan  jeng-jeng, ketika aku melangkah pergi terdengar salah satu dari anak muda itu bilang, "Mbaknya sendirian."

Baru kali ini aku ngalamin kejadian kayak gini huhuhuhu. Aku nggak tau gimana tampangku pada malam itu (apa aku terlalu kece malam itu? halah ^^). Sudahlah Che, ini namanya ujian. InsyaAllah bentar lagi enggak sendirian, aamiin, aamiin, aamiin  (doa orang yang dizalimi semoga segera dikabulkan). Postingan kali ini bernada curhat colongan, sudahlah. See you :)

Selasa, 12 September 2017

Amor Fati (Cintai Takdirmu) #Review

Saya menemukan buku karya Rando Kim saat jalan-jalan di Gramedia Mall Metropilitan Bekasi. Niatnya sih nyari tas backpack tapi malah buku yang  nyantol. Beberapa kali saya melihat sekilas buku ini di laman website yang saya kunjungi tetapi lupa website apa  saja karena cukup masif hehe J. Saya mengira Amor Fati adalah novel karena saya tidak memperhatikannya dengan seksama ternyata Amor Fati adalah buku pengembangan diri yang berisi renungan-renungan untuk mereka yang sedang beranjak dewasa (halah).

Buku ini ditulis oleh Rando Kim, seorang dosen  Jurusan Ilmu Konsumen, Fakultas Ilmu Sosial di Seoul National University dan merupakan salah satu buku best seller di Korea. Saya tertarik membeli karena sepertinya pas sekali dengan kondisi saya saat ini yang sedang beranjak dewasa (halah). Buku ini memang ditujukan bagi meraka yang sedang berada di ambang kedewasaan dengan segala macam dinamika dan guncangannya.

Menurut Rando Kim dewasa bukan merujuk pada satu titik dalam perkembangan manusia, melainkan sebuah proses untuk mampu mengatasi cobaan hidup. Seseorang menjadi dewasa setelah mengalami berbagai cobaan dan belajar sedikit demi sedikit tentang kehidupan.

Renungan-renungan dalam buku ini banyak sekali mulai dari masalah karir, keluarga, pernikahan dan lain-lain. Dengan membaca buku ini kita diajak untuk jujur pada diri sendiri dan seolah-olah kita sedang diajak ngobrol oleh Sang Penulis.

“Membaca hanya akan membawa kita sampai pada kesimpulan, tetapi menceritakan kisah sendiri akan bisa menyembuhkan diri sendiri”

Melalui buku ini kita diajak untuk mengungkapkan apa yang kita rasakan dalam proses pendewasaan kita. Banyak sekali value yang saya dapatkan dalam buku ini. Alangkah lebih indahnya jika value itu juga bisa dirasakan oleh orang lain, karena itu saya sedikit mengulasnya di blog.


Selamat membaca! Tak ada salahnya melengkapi buku ini dalam koleksi bacaan pribadimu!:)

Kapan?

Akhirnya mudik lagi ke kampung halaman, yeyeye selalu antusias tiap kali mudik. Ada catatan sedikit saat mudik. Ini lebih ke catatan tidak mengenakkan sih bagi saya dan saya ingin sekali menuliskannya di blog ini biar plong (halah). Bagi saya mudik adalah hal yang istimewa karena saya bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Mudik kali ini bertepatan dengan hari raya Idul Adha. H-2 Idul Adha saya sudah sampai di kampung halaman berbekal tiket promo saat KAI Travel Fair. Lumayan dapat tiket eksekutif dengan harga ekonomi. Jangan bayangkan saya berdesak-desakan untuk antri beli tiket ya. Saya membelinya via Travelo**. 

Tiap kali mudik mau nggak mau suka tidak suka pasti ketemu dong dengan tetangga, ya iyalah Che!!!!. Namanya juga makhluk sosial hehehe. Banyak dong tetangga yang nanya: 

"Kapan pulang Che?"

"Kapan sampai rumah?"

"Sampai kapan di sini?" 

"Libur berapak hari?" 

dan pertanyaan sejenis lainnya. Nah pertanyaan yang sedikit sensitif adalah pertanyaan seputar menikah. Kalau nanyanya kayak gini sih nggak masalah: 

"Kapan Mbak ada janur kuning melengkung?" 
Saya menjawabnya dengan senyum dan meminta agar didoakan. 

Ada pertanyaan, bukan pertanyaan sih tapi lebih ke nasehat yang menurut saya kurang pas penyampaiannnya. Yang memberikan juga bukan kerabat dekat saya. Setelah basa-basi nanya soal kepulangan saya dia bilang, 

"Kamu jangan lama-lama (jangan lama-lama nikahnya), cepetan nanti ndak jadi perawan tua."

Deg, dalam hati saya. Saya tetap senyum sambil menahan getir dalam hati. Kenapa harus ada embel-embel "nanti ndak jadi perawan tua". Dia menyampaikan itu tanpa rasa empati sedikitpun. Sedih rasanya digituin sama oarang. Apakah usaha saya dalam mencari jodoh harus saya cerita-ceritakan ke orang? Apakah dia pikir saya nggak mau menikah? Hello, saya juga wanita biasa yang juga punya keinginan yang sama dengan wanita-wanita yang lainnya yaitu berkeluarga. 

Ya beginilah fenomena masyarakat kita. Mungkin bukan hanya saya saja yang sering mendapatkan pertanyaan atau nasehat-nasehat yang serupa. Kita nggak mungkin menjelaskan tentang diri kita kepada orang lain. Kita juga jangan minta dimengerti orang lain, kitalah yang harus mengerti mereka. Jangan sampai perkataan-perkataan mereka melemahkan kita. Ini mungkin yang namanya ujian, biar kita makin kuat, biar kita makin mendekat kepada Sang Pemegang Hajat. Semoga kita yang masih dalam masa penantian senantiasa diberikan kemampuan untuk berprasangka baik pada Alloh. Karena jodoh, mati, dan rezeki Alloh semua yang mengatur. Berbaik sangka, Alloh punya rencana baik buat kita:) 


***Edisi menguatkan diri sendiri

Kamis, 03 Agustus 2017

AIV Capacity Buliding Workshop

Alhamdulillah, pada tanggal 25-27 Juli 2017 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti AIV Capacity Building Workshop on ICT and e-Learning Education yang diadakan oleh Institut of APEC Collaborative Education (IACE) bekerjasama dengan APEC, Balitbang Kemendikbud RI, Kementrian Pendidikan Korea, dan APEC Learning Community Builders. Acara ini diikuti oleh perwakilan peserta dari kalangan guru dan intruktur di lingkungan Kementrian Pendidikan RI, Kemnaker, dan Kemristek Dikti. Acara berlangsung di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta.

Pemateri ada 4 orang yaitu Mr. Im Hyunbin, Mrs. Park Eunhee, Ms. Kim Mijeong, Ms. Kim Jiyoon, dan Ms. Kim Dasom. Dalam training ini kami mendapatkan banyak pengetahuan dan informasi mengenai pendidikan di Korea di antaranya adalah mengenai Sistem Pendidikan di Korea dan Bagaimana Korea Menghadapi World Skill Competition yang Difokuskan pada Sekolah Kejuruan; Bagaimana Memanfaatkan Teknologi Informasi di dalam Kelas dan Kurikulum; Memanfaatkan Teknologi Informasi untuk Kelas yang Interaktif; Sekolah Kejuruan di Korea, dan Pertukaran Budaya.

Saya sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut karena ini adalah forum internasional pertama saya. Awalnya agak nggak pede karena kemampuan bahasa Inggris masih terbatas tetapi saya tetap coba dan alhamdulillah semua berjalan lancar dan kekhawatiran yang ada tidak terjadi. Para pemateri dapat menjelaskan materi dengan  cukup baik dan terjadi hubungan yang interaktif antara para peserta dan pemateri.

Secara umum ada banyak kesamaan antara pendidikan di Indonesia dan Korea. Di Korea SD ditempuh selama 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun. Namun mengenai kurikulum memang ada perbedaan . Kurikulum di Korea dari SD-SMA fokus  Career System Education, pendidikan di Korea fokus pada pengembangan bakat dan minat siswa sehingga siswa sejak dini sudah mengenal potensinya dan mengetahui kelak mereka ingin berkarya di bidang apa.

Sedangkan kurikulum pendidikan di Indonesia berdasarkan pengalaman saya sekolah dari SD-SMA di sekolah negeri belum mengarahkan kepada minat dan bakat siswa sehingga ketika lulus dari sekolah menengah atas kadang siswa masih bingung mau melanjutkan kemana. Tak jarang mereka melanjutkan ke universitas dengan jurusan yang ternyata bukan pilihannya tetapi pilihan orang tua. Kadang ada kasus merasa salah jurusan ketika memasuki universitas sehingga di tengah jalan mundur dan pindah ke jurusan yang lebih diminati. Saya melihat sendiri fenomena tersebut. Jika sejak dini siswa sudah mengenali potensinya dan mengetahui di bidang apa dia akan membangun karir maka hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas tidak akan terjadi

Salah satu bentuk perhatian pemerintah Korea dalam sistem pendidikan berbasis karir ini terlihat ketika siswa memasuki sekolah menengah pertama (SMP), di semester pertama kelas 1 tidak ada beban tes  untuk siswa. Pembelajaran dilakukan berbasis pada pengalaman melalui kegiatan-kegiatan seperti art festival, school trip, belajar kerajinan tangan, career exploration, dll. Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah agar siswa mengenali potensinya sehingga siswa mudah dalam menentukan rencana dan kehidupan karirnya di masa mendatang. Hal tersebut memudahkan siswa untuk menentukan bidang apa yang akan mereka geluti sehingga begitu lulus dari SMP mereka mudah menentukan langkah selanjutnya, ingin ke sekolah umum atau kejuruan. Setelah lulus ingin langsung bekerja atau ingin melanjutkan ke universitas.

Jadi saya sepakat bahawa sistem pendidikan harus berubah. Bagaimana menjadikan pendidikan sebagai sarana pengembangan minat dan bakat siswa sehingga memudahkan mereka dalam mencapai cita-cita dan berkontribusi sesuai dengan bidangnya.

Oiya ada satu sesi yang seru dan menarik menurut saya yaitu sesi pertukaran budaya (pada hari terakhir). Kali ini kami peserta diajari membuat origami hanbook (pakaian tradisional dari Korea), menggambar kipas kas Korea dengan menggunakan tinta, sedotan, dan cat. Selain itu juga membuat jegi (mainan khas Korea yang nanti akan di tendang berkali-kali seperti kalau main sepak takrau). Semakin lama di tendang semakin bagus skornya dan bisa dinyatakan sebagai pemenang.


Over all, menyenangkan dan sangat bermanfaat sekali bagi saya dalam menjalankan tugas saya sebagai seorang instruktur.  Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung langsung ke Korea dan bertemu dengan mereka lagi hehehe. Keempat presenternya baik-baik orangnya, ramah, dan lucuJ







Kamis, 20 Juli 2017

Mudik dan Bumi Langit

Yaey! Akhirnya ngeblog lagi, saya lagi bosan dan saya butuh menuangkan sesuatu untuk melawan kebosanan akhirnya saya memilih untuk menulis di blog. Kali ini saya ingin cerita pengalaman mudik saya di tahun 2017 dan sedikit mengulas tentang Bumi Langit. Ini adalah pertama kalinya saya mudik sebagai perantau dari Bekasi. Meski sudah pindah ke Bekasi tetapi saya tetap mudik lewat Bandung karena saya sudah terlanjur beli tiket mudik lebaran sebelum tau akan dimutasi. Jika tiket dibatalkan saya malah terancam tidak bisa mudik karena tiket ke arah Jogja baik dari Bandung atau Jakarta sudah habis.


Mudik kali ini saya merasa puas banget karena saya mengajukan cuti sejak H-6 lebaran dan alhamdulillah cutinya disetujui. Kurang lebih saya berada di kampung halaman selama 13 hari. Wah sangat menyenangkan. Sudah kangen banget sama Jogja. Sebagai anak rantau mudik merupakan angin segar, mudik adalah sebuah penyegaran sekaligus pengisisan kembali energi yang hilang. Ada ruang-ruang kosong di dalam hati yang hanya akan terisi manakala kita berkumpul dengan keluarga. Nggak percaya? coba deh jadi anak rantau:)

Saat mudik saya memanfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, bertemu dengan teman-teman, dan tentu saja nostalgia hahaha. Saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Jogja diantaranya Hutan Pinus Mangunan dan pantai di sekitar Parangtritis. Selain itu saya juga sempat mampir di Bumi Langit. Bumi Langit  merupakan kawasan permakultur yang dikembangkan Pak Iskandar Waworuntu di daerah Imogiri. Permakultur menurut wikipedia adalah cabang ilmu desain ekologis, teknik ekologis, dan desain lingkungan yang mengembangkan arsitektur berkelanjutan dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam.

Bumi Langit dari atas (in frame Yuni M)


Jadi Bumi Langit merupakan tempat tinggal sekaligus lingkungan pertanian swadaya. Di sana juga ada Warung Bumi Langit yang menyediakan makanan dan olahan produk organik lainnya hasil dari Bumi Langit Permaculture. Selain itu juga disediakan paket kursus bagi yang ingin mendalami permaculture design. Untuk lebih lengkapnya bisa buka di link berikut ini.


Oiya ada kejadian seru saat saya mampir ke Bumi Langit. Pada saat itu memang barengan dengan jadwal kunjungan Obama ke Jogja. Saya mah nggak ngikutin agenda Obama. Setelah puas main di hutan pinus saya dan teman-teman langsung menuju Bumi Langit. Kami sampai di Bumi Langit sekitar jam 13.30 WIB. Saat itu sepertinya sedang ada liputan dari wartawan. Sambil nunggu pesanan saya buka-buka IG. Eh ada postinga dari akun IG Bumi Langit Official tentang kedatangan Obama ke Bumi Langit. Jadi beberapa jam sebelum kami datang, Obama sudah ada di Bumi Langit dan makan siang di situ. Waaah kalau kami datang lebih awal bisa ketemu Obama kali ya hahaha (tapi agak mustahil juga sih, pasti area disterilkan wkwkwk). Belum rezekinya ketemu Obama :)


Suasanan di Bumi Langit enak banget. Desainnya bernuansa Jawa, sederhana, dan nyaman banget buat leyeh-leyeh. Saya paling suka dengan musholanya, besar, bersih, dan kita bisa melihat pemandangan yang memanjakan mata. Makanan yang kami cicipi tidak banyak karena kami sudah makan bakso di Hutan Pinus. Menu yang kami pesan  mulberry and mango juice, roti panggang dengan selai markisa, dan gorengan tahu-tempe. Juice-nya manteb, kentel banget, enak. Roti panggangnya juga enak. Untuk tahu dan tempe, kami kira bentuknya adalah mendoan dan tahu isi ternyata itu adalah gorengan tahu dan tempe yang hanya dibumbui bawang dan garam hehehe, tapi habis dimakan juga sih :). Dalam gorengan tahu dan tempe kerasa banget rasanya menggunakan minyak kelapa.


Sebenarnya, saya sudah sejak lama penasaran dengan Bumi Langit. Berawal dari postingan teman di media sosial akhirnya saya kepo. Buka websitenya dan baca-baca informasi di dalamnya. MashaAlloh luar biasa sekali ternyata visi dan misinya. Mengajak kita untuk menjadi khalifah yang sesungguhnya dengan menyelaraskan hidup kita dengan alam sesuai ajaran Islam.

enaknya leyeh-leyeh di sini
Menurut Bumi Langit masalah-masalah yang terjadi di abad ini penyebabnya adalah gaya hidup duniawi, cara berpikir, orientasi materialistik, yang kemudian disebut dengan modernitas. Demi mencapai tujuannya manusia modern tak jarang menghalalkan berbagai cara termasuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. Duh, sepertinya saya tak layak untuk berbicara banyak tentang hal ini. Saya sangat mendukung dengan apa yang dilakukan Pak Iskandar di Bumi Langit. Salut deh pokoknya!!! Semoga nanti bisa punya tempat tinggal dengan konsep permaculture design  sendiri ya, aamiin .
Warung Bumi Langit


Musholanya nyaman banget

Salah satu sudut di dalam mushola

Yuni dan menu pesanan kami