Minggu, 04 September 2016

Berdamai dengan Metodologi

Hampir enam bulan diklat disini, masih di Kota Bandung dan di satker yang sama. Kondisi psikis sudah mulai terganggu, bosan, jenuh, banyak tekanan karena banyak tugas. Terlebih saat ini unit kompetensi yang sedang ditempuh adalah unit kompetensi metodologi. Materinya cukup banyak, hampir tiap hari ada tugas, bahkan di awal-awal tiap hari kita harus ujian.

Kemarin sempet down banget gegara frustasi nyusun kurikulum and silabus. Materi yang kupilih cukup sulit jadai kemarin malah bingung and stress ngublek-ublek materi. Satu tugas itu akan berimbas pada tugas yang lainnya. Kalau satu tugas udah nggak beres yang lain bakal ikutan nggak beres dan akhirnya kita hanya akan berkutat pada hal-hal itu lagi. Bongkar silabus lah, revisi buku informasi lah dan lain-lain.

Nah untuk menenangkan pikiran akhirnya sering mengafirmasi diri sendiri bahwa yang mungkin ngerasain hal yang sama bukan cuma diri sendiri, tapi juga teman-teman yang lainnya. Bedanya cara mereka mengekspresikan kebingungan itu. Ada yang cuma diem, ada yang malah ngelakuin aktifitas lain, dan lain sebagainya. Intinya mah kamu nggak sendiri! Hadapi, hayati, dan nikmati:)

Kalau stress datang kuncinya: relaks, kasih afirmasi positif ke diri sendiri, alihkan pikiran sejenak dari sumber stress, jangan lupa berdoa untuk minta dimudahkan dalam segala aktifitas. Pagi ini ada yang posting lagi jalan-jalan ke Boscha, duh aku jadi mupeng. Udah ah ngeblognya, seee you sooon:)

Kamis, 18 Agustus 2016

Kali ini aku tak ingin menerawang jauh. Aku ingin lebih dekat dengan hal-hal di sekitarku. Menikmati indah dan segarnya suasana pagi hari. Memandangi rerumputan dan tanam-tanaman yang bergoyang ketika tertera angin. Terpukau oleh birunya langit dan hal-hal di sekitar kita lainnya yang sering kita lupakan.

Benar adanya bahwa kita sering sibuk memikirkan atau menebak-nebak masa depan sampai lupa menikmati hari ini.

Selamat pagi! Akhir-akhir ini Bandung dingin sekali :D

Kamis, 21 Juli 2016

SAKIT DI TANAH RANTAU

H-1 balik ke Bandung saya sakit. Badan rasanya dingin tetapi suhu tubuh tinggi. Sempat takut tidak bisa balik Bandung karena sakit. Setelah minum paracetamol saya merasa baikan dan akhirnya saya memutuskan untuk tetap kembali ke Bandung. Hari pertama di Bandung masih baik-baik saja namun badan belum sepenuhnya nyaman rasanya. Akhirnya hari kedua saya pergi ke klinik untuk periksa. Sampai di klinik diperiksa dokter dan diberi obat.

Malam harinya saya demam tinggi dan menggigil sampai saya tidak bisa tidur. Keesokan harinya sayapun memberitahu panitia diklat terkait kondisi saya. Akhirnya diputuskan saya dibawa ke rumah sakit. Saya langsung dibawa ke IGD, diperiksa tekanan darah, suhu tubuh, dan juga darah. Setelah menunggu kurang lebih satu jam hasil laboratorium  menunjukkan saya terkena demam berdarah dan saya harus dirawat. 

Saya berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Setelah itu saya dibawa ke kamar perawatan. Duh rasanya di rumah sakit pasti tidak enak apalagi jauh dari keluarga. Saya memutuskan untuk tidak memberitahu ibu agar tidak panik dan repot. Saya cuma memberitahu tante dan keluarga yang ada di grup WA saja, ibu akan diberitahu skalau saya sudah sembuh. Lagian saya bukan anak kecil lagi dan di rumah sakit banyak suster. Alhamdulillah selama di RS demam hanya saya  alami saat hari pertama opname. Hari kedua opname dan seterusnya demamnya berangsur turun namun trombosit setiap harinya turun sampai hari ketiga. Hari keempat trombosit sudah mulai naik dan saya diperbolehkan pulang.

Meski sudah pulang saya diminta bedrest 3 hari. Saya bersyukur sekali punya teman-teman yang baik dan perhatian. Mereka bergantian jengukin saya bahkan teman sekamar saya di asrama rela menyucikan baju kotor saya. Sebenarnya ada fasilitas laundry di asrama namun kurang bagus pelayanannya karena sering tertukar bajunya dengan baju yang lain.

Alhamdulillah kemarin (20/7/2016) saat cek darah trombositnya sudah normal. Buat teman-teman semua, pandai-pandailah menjaga kesehatan. Nikmat yang sering kita lupakan adalah nikmat sehat. Kalau badan sehat mau ibadah rasanya nikmat, mau beraktifitas yang lain juga nyaman. Semoga sakit yang saya rasakan dapat menjadi penggugur dosa-dosa, aamiin. Semoga ujian sakit ini juga mampu membuat diri untuk lebih mensyukuri nikmat sehat yang selama ini diberi. Aamiin