Selasa, 31 Desember 2019

Sejenak Mbolang ke Singapura

Aheiii, akhirnya bisa juga menjekakkan kaki ke negara tetangga bernama Singapura. Rencana ini sebenarnya cukup mendadak, seminggu sebelum berangkat saya dan Norma baru eksekusi beli tiket dan pesan hotel. Ide ini sudah ada sekitar bulan september, namun paspor saya belum beres karena ada berkas yang mash kurang. Bulan oktober saya baru urus paspor  lagi setelah sebelumnya mudik ke Jogja untuk minta tanda tangan ibu di kartu keluarga.

Begitu paspor saya jadi saya langsung bilang ke Norma(11/11/2019), gayung bersambut kami langsung nyari-nyari tiket murah yang sesuai dengan budget kami. Akhirnya  kami sepakat  ke Singapura tanggal 19-20 November 2019. Kamipun membuat itinenary biar nggak bingung nanti mau kemana saja selama disana.

Itinerary Singapore

Day 1. Selasa, 19 Nov 2019
06.00 berangkat ke airport
14.00 SNG
15.00 gardens by the bay -flower dome, sky park
18.00 check in, orchard library
19.00 dinner nandos
20.00 orchard road, uncle ice cream

Day 2. Rabu, 20 Nov 2019
07.00 haji lane, arabica%, bugis street
09.00 art science museum (open 10.00)
12.00 lunch liong feng hawker-chinatown
14.00 -
18.00 airport, makan malam shake shack

Begitu sampai Singapore kami langsung beli EZ link dan mengaktifkannya. EZ link ini bisa dipakai untuk MRT, LRT, dan juga bus. Kami baru sampai sekitar pukul 15.30 karena ternyata waktu Singapore lebih cepat satu jam daripada waktu di Jakarta. Setelah data EZ Link kami langsung menuju terminal 2 untuk melihat Jewel yang lagi ngehits itu. Lihat Jewel aja rasanya uda seneng banget. Setelah puas menikmati Jewel kami berkeliling mencari restauran untuk makan siang yang kesorean. Kami menemukan Thai Express yang makanannya rasanya enak banget plus kita bisa menimkati Jewel sambil makan. Kenapa  milih Thai Express karena lihat mbak-mbak pelayannya pakai hijab jadi kami berpikir ini halal. Jewel itu seperti berada dalam sebauh mall yang sekitarnya banyak toko-toko fashion dan juga restauran.

So far rencana kami berjalan dengan baik. Hampir semua tempat yang kami ingin kunjungin keceklis, yang enggak cuma Chinatown aja sama makan malam di shake shack. Kami udah kecapekan sekali. Kemana-mana kami mengandalkan MRT, naik turun tangga, jalan beberapa meter. Di hari kedua saat lihat di aplikasi kesehatan di HP kami berjjalan sebanyak 21.864 langkah atau setara dengan 17,24 km. Wow pantesan gempor rasanya kaki:)

Yang paling saya sukai dari Singapore:
- Jewel di Cangi Airport, menurutku itu keren banget
- Transportasi yang oke, MRTnya jelas banget dan mudah dimengerti jalurnya
- Kawasan Haji Lane yang artistik 
- @Orchard Library, perpustakaan yang ada di mall di kawasan Orchard
- Arab Street dimana banyak restauran timur tengah dan tentu saja ada % Arabica yang enak
- Wardah Book dimana banyak dijual buku bagus, kesitu gara-gara Teh Husna nitip beli buku(dekat dengan Masjid Sultan)
-  Bugis Junction karena nemu Line Store wkwkwk
- Nemu Subway halal tapi malah nggak nyobain, kalau di Korea kan pasti nggak halalnya heuheu

Emang nggak semua sudut Singapore kami jelajahi karena keterbatasan waktu dan biaya #uhuk. Semoga lain waktu bisa kesana lagi:)

Mohon  maap nggak semua foto diupload hihihihi






Selasa, 12 November 2019

Akhirnya Punya E-Paspor

Setelah drama paspor nggak bisa diproses karena kartu keluarga belum ditandatangani sama kepala keluarga di postingan sebelumnya akhirnya sekarang saya sudah resmi punya e-paspor, alhamdulillah:)). Kenapa milih e-paspor? alasannya adalah lebih keren aja hahahaha, yang jelas e-paspor ini memiliki data yang lebih lengkap yaitu data biometrik wajah dan sidik jari  pemegang sedangkan di paspor biasa hanya memuat data diri dan foto pemegang paspor. Selain itu, di beberapa negara mengijinkan bebas visa bagi pemegang e-paspor salah satunya adalah Jepang. Yey, siapa tau nanti ada rezeki ke Jepang?? Allohumma aamiin:).

Saya booking antrian paspor untuk tanggal 30 Oktober 2019. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Kali ini saya milih antrian yang jam 13.00-14.00 WIB, kalau yang sebelumnya saya milih antrian pagi jam 09.00-10.00 WIB. Prosesnya sama seperti sebelumnya, isi formulir, antri untuk pemeriksaan berkas, dan antri untuk mendapatkan nomor untuk diwawancara dan ambil foto. Cuma untuk antrian siang rasanya lebih lama daripada antrian pagi. Saat antrian pagi saya tidak sampai menunggu satu jam sudah dipanggil tetapi untuk antrian siang saya sampai menunggu sekitar satu setengah jam lebih untuk dipanggil wawancara. Mungkin akumulasi dari antrian pagi yang belum tertangani jadi membuat antrian menjadi lebih lama.

Saat wawancara petugas memeriksa kembali berkas-berkas yang kita bawa, kemudian kita juga akan ditanya untuk tujuan apa paspor dibuat. Petugas juga akan menanyakan apakah kita akan membuat paspor biasa atau e-paspor. Paspor biasa biayanya Rp.350.000 kalau e-paspor Rp.650.000. Untuk pembayaran kita bisa bayar di bank atau di kantor pos. Paling praktis adalah bawa uang cash dan bayar di mobil kantor pos yang ada di depan kantor imigrasi.


Tips:


  • Pendaftaran online hanya bisa dilakukan dar hari Jumat jam 14.00-Minggu jam 16.00 WIB
  • Kalau mau daftar di Imigrasi Kelas 1 Jakarta hanya bisa dilakukan saat kamu berada di area Jakarta kalau kamu sedang di Bekasi kamu nggak bisa milih area tersebut karena udah settingan dari aplikasinya
  • Pilih antrian yang pagi biar lebih cepet, kalau siang bisa jadi kayak saya lama nunggunya karena akumulasi dari yang pagi belum tertangani
  • Bawa uang cash biar bisa langsung bayar di mobil kantor pos di depan kantor imigrasi
  • Bawa materai Rp.6000 walaupun bisa juga sih beli di koperasinya cuma kadang antri
  • Bawa syarat-syarat yang dibutuhkan seperti (fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Akte kelahiran, dan surat keterangan kerja jika bukan KTP Jabodetabek dan tentu saja semua berkas asli harus dibawa. Kalau buat yang udah nikah kayaknya ada syarat-syarat tambahan deh, silakan cek di laman imigrasi untuk lebih lengkapnya
  • Jangan pakai baju berwarna putih karena background foto kita warnanya putih, itu juga ada ketentuannya di website

Sudah ah itu dulu aja, selamat berburu paspor :))


Selasa, 05 November 2019

"Mbak KK-nya Belum Ditandatangani"

Rabu, 21 Agustus 2019 saya bersemangat sekali menuju kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur untuk membuat paspor. Kenapa saya memilih kantor imigrasi di Jakarta Timur bukan di Bekasi karena saya ingin membuat e-paspor (Electronic Paspor). E-Paspor ini hanya bisa dibuat di Kantor Imigrasi Kelas 1. Saat ini jika kita ingin membuat paspor kita harus melakukan pendaftaran online dulu melalui aplikasi antrian paspor online. Melalui aplikasi tersebut kita bisa memilih tanggal kapan kita akan membuat paspor sesuai dengan kuota yang tersedia. Untuk pendaftaran online sendiri dibuka setiap hari Jumat mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan hari minggu pukul 16.00 WIB.

Saat memasuki kantor imigrasi akan ada petugas yang sudah stand by untuk memberikan formulir pengajuan yang harus kita isi. Petugas tersebut akan meminta kita untuk memperlihatkan kode booking yang sudah kita miliki.  Jangan lupa siapkan materai Rp. 6000 untuk ditempel di formulir pengajuan. Di bagian  belakang kantor imigrasi tepatnya di kantin kita bisa membeli materai dan juga fotokopi berkas-berkas yang diperlukan.

Setelah itu masukkan berkas yang sudah diisi di antrian yang sudah disediakan. Petugas akan mengecek kelengkapan berkas-berkas kita dan keasliannya. Setelah itu kita menunggu untuk dipanggil dan diberikan nomor antrian untuk wawancara dan foto. Di tahap satu saya lolos, di tahap wawancara tiba-tiba petugas meminta dokumen asli kartu keluarga saya dan jeng-jeng katanya berkas saya tidak bisa diproses karena kartu keluarga saya belum ditandatangani oleh kepala keluarga. Duh! Padahal tinggal selangkah lagi. Saya juga kurang perhatian tentang hal ini. Kartu keluarga tersebut memang baru direvisi semenjak ayah saya meninggal. Seharusnya ibu saya tanda-tangan di dalamnya namun ternyata belum ditandatangani.

Petugas kemudian memberikan waktu kepada saya selama tiga hari  sampai dengan hari senin (26/8/2019) untuk menandatangani kartu keluarga tersebut. Tadinya hari itu juga pada malam harinya saya ingin langsung pulang ke Jogja untuk meminta tanda tangan ibu, tetapi dilematis juga karena esok harinya selama dua hari berturut-turut (kamis dan jumat) saya ada jadwal mengajar dan tidak ada yang bisa menggantikan. Kalaupun saya pulang hari sabtu sampai minggu  hari seninnyapun saya tidak bisa ke kantor imigrasi karena ada training yang harus saya ikuti selama tiga hari.
Fiuuuhhh, gemes banget rasanya sama diri sendiri. Tapi ya sudahlah, toh saya juga tidak buru-buru menggunakannya. Ada paspor dinas tapi hanya bisa digunakan untuk kepentingan dinas ke luar negeri bukan untuk jalan-jalan di luar acara dinas:(

Rabu, 18 September 2019

Nikmatnya Sehat Itu

Heloooo, udah lama banget nih nggak nulis di blog. Kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang nikmatnya sehat itu. Hari minggu (16/9/2019) saya merasa tidak enak badan. Rasa itu saya rasakan sejak bangun tidur. Badan rasanya lemes dan capek sekali. Saya tetap beraktifitas seperti biasa, mencuci, bersih-bersih kamar dan lain-lain. Jam 10.00 WIB saya janjian dengan seorang teman untuk bertemu di Summarecon Mall Bekasi (SMB). Saat melihat keadaan saya teman saya langsung komentar, "Kamu capek ya Che, matamu sayu dan merah biasanya putih", katanya.
Saya pun menjelaskan bahwa saya memang sedang tidak enak badan.

Sekitar jam 13.30 WIB saya sudah kembali ke kosan. Badan rasanya udah nggak karuan. Sayapun minum imboost force yang sudah disarankan oleh teman saya. Saya tiduran tapi nggak bisa tidur. Setelah ashar badan saya panas dan kepala saya pusing. Badan rasanya dingin tapi tubuh suhunya panas dan seluruh badan rasanya linu-linu. Tiba-tiba saya kebayang rumah sakit, takut kalau saya kena demam berdarah.

Menjelang magrib saya mendadak melow, saya nangis keinget keluarga di Jogja. Kalau lagi sakit biasanya ibu dan kakak saya akan mengurusi saya tetapi di tanah rantau ini saya tidak punya siapa-siapa. Sempet mau minta tolong teman kantor untuk antarkan saya ke rumah sakit tetapi saya urungkan. Saya minum lagi imboost force, saya banyak-banyak berdoa dan berdzikir. Saya khawatir demam saya tidak akan turun sampai esok hari padahal esok hari senin-selasa(16-17 September 2019) saya ada tugas ke Banjarbaru , Kalimantan Selatan untuk menguji siswa pelatihan di Balai Latihan Kerja.

Semalaman tidur saya tidak nyenyak, sering terbangun , dan resah. Jam 02.00 WIB saya terbangun, lebih cepat 15 menit dari alarm yang saya pasang. Alhamdulillah panasnya sudah hilang meski badan masih nggak karuan rasanya. Saya segera mandi dan bersiap-siap untuk mengejar damri pukul 03.00 pagi karena pesawat akan take off pada pukul 05.40 WIB. Perjalanan dari Terminal Kayuringin Bekasi sampai terminal 3 Bandara Soekarno Hatta paling lancar memakan waktu satu jam.
Selama penerbangan saya lebih banyak tidur. Hari pertama di Banjarbaru saya masih mengandalkan imboost untuk mengobati sakit saya. Saya minum 3 kali sehari. Alhamdulillah di hari kedua saya lebih baik dan lebih berenergi, tinggal tenggorokan saya saja yang masih sakit.

Saat perjalanan pulang saya merasa lebih sehat, nafsu makan saya juga sudah bertambah. Sekarang tinggal batuk-batuknya aja sih yang msih jadi PR. Betapa nikmatnya ya sehat itu, kadang nikmat sehat baru benar-benar terasa berharga saat kita sakit. Kalau badan sakit mau berakifitas rasanya susah sebaliknya saat badan sehat beraktifitaspun lebih nyaman. Semoga kita senantiasa sehat  dan bisa menjaga kesehatan dengan baik agar segala aktifitas yang kita lakukan bisa berjalan dengan lancar dan nikmat. Aamiin:)


Senin, 18 Maret 2019

Berdialog dengan Diri Sendiri

Sabtu, 16 Maret 2019 jam 10.00 WIB saya janjian bertemu dengan teman-teman saya di Depok. Wah sudah lama sekali saya tidak main ke Depok. Biasanya kami berjanjian di Universitas Indonesia namun kali ini kami berjanjian di kopi.margonda (kopi titik Margonda) yang merupakan kafe milik teman saya. Sejak pertama kali dibuka beberapa waktu lalu saya belum sempat kesana.

Sepanjang perjalanan di dalam kereta saya sengaaja tidak bermain dengan smartphone karena main smartphone sambil berdiri itu sungguh tidak nyaman. Selain itu saya ingin menikmati perjalanan saya tanpa disibukkan dengan konten-konten di media sosial. Sepanjang perjalanan itu saya banyak berdialog dengan diri saya sendiri dan berdialog dengan Tuhan, Alloh SWT.

Banyak hal yang sudah Alloh karuniakan kepada saya baik yang saya minta secara langsung maupun yang tidak saya minta secara langsung. Belakangan ini juga ada beberapa hal yang mengganjal di hati dan pikiran saya. Saya mencoba jujur dengan diri saya sendiri dan mengomunikasikan apa yang saya rasakan  kepada Alloh, mulai dari masalah pekerjaaan, jodoh, dan lain-lain. Semakin kita jujur dengan diri kita sendiri, mau mengakui kekurangan dan kelebihan kita, kemudian mau menerima apapun yang sedang kita hadapi itu rasanya melegakan apalagi kita juga mengomunikasikannya kepada Alloh. Jadi, sepanjang perjalanan itu saya seperti mengobrol dengan Alloh di dalam hati (semacam curhat lah). Saya mencurahkan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan.

Selama ini Alloh yang mencukupi kebutuhan kita, yang mengetahui apa yang kita rahasiakan maupun apa yang tidak kita rahasiakan dalam hidup, yang mengetahui apa yang kita inginkan dan yang tidak inginkan dan lain sebagainya. Hari itu saya benar-benar menikmati perjalanan saya walaupun sepanjang perjalanan dari Bekasi-Depok saya tidak mendapatkan tempat duduk di dalam KRL.

Alangkah bahagianya bisa bertemu dengan teman-teman baik saya yang bersamanya saya mendapatkan tempat dan merasa tidak sendirian. Alhamdulillah atas nikmat teman-teman yang baik. Lewat perjalanan ini saya juga mempraktekkan untuk sadar, penuh, hadir, dan utuh dalam perjalanan yang saya lakukan.



Oiya di Kopi Titik Margonda tempatnya cukup nyaman lho dan harganya juga bersahabat. Cobalah Creme Brule yang merupakan salah satu minumaan andalannya, rasanya enak:). Foto diambil dengan kamera smartphone dan diedit dengan menggunakan aplikasi canva:).

Senin, 11 Maret 2019

Love and Happiness

Pada bulan Agustus 2018 Yasmin Mogahed datang ke Indonesia untuk mengadakan seminar dan book signing. Sayapun membeli tiket seminarnya dengan iming-iming sekaligus mendapatkan bukunya Reclaim Your Heart. Kalau beli online di toko buku import gitu harganya sekitar tiga ratus ribuan rupiah. Akhirnya saya mendaftar acara seminar itu dengan harapan dapat buku Reclaim Your Heart versi asli bukan terjemahan.

Ternyata pada hari yang dijadwalkan saya tidak bisa hadir karena saya pulang ke Jogja. Akhirnya saya meminta teman saya untuk hadir acara tersebut. Sebenarnya sih pengen banget ketemu Yasmin Mogahed dan dengar seminarnya langsung tapi ya gimana lagi, tidak apa-apalah nggak hadir yang penting dapat bukunya.

Akhirnya teman yang datang ke seminarpun mengabari dan menunjukan bukunya. Ternyata dapat dua buku yaitu Reclaim Your Heart dan Love & Happiness tetapi versi terjemahan hahahaha. Penonton sedikit kecewa sodara-sodara, pengennya mah versi asli tetapi tidak apa-apa akhirnya penonton berusaha berlapang hati.

Eniwei yang Love& Happiness udah kelar saya baca. Isinya itu renungan-renungan singkat tentang kehidupan sehari-hari bertema cinta dan kebahagiaan. Banyak kutipan-kutipan inspiratif dan makjleb bagi saya. Kalau yang Reclaim Your Heart belum kelar dibaca karena bukunya cukup serius jadi bacanya pelan-pelan saja yang penting masuk di hati dan pikiran:)

Telat banget ya upload tulisan ini hehehe, tetapi tidak apa-apa yang penting ada update-an daripada tidak ada sama sekali^________^v


Selasa, 19 Februari 2019

Mencari Semangat yang Hilang


Pada bulan januari saya mengalami penurunan semangat dalam menjalani hidup. Saya menjadi tidak percaya diri, pesimis, galau, dan gampang sedih. Sejak akhir tahun hingga awal tahun banyak hal yang sedang saya hadapi. Ada beberapa permasalahan dan juga tanggung jawab yang harus saya laksanakan. Saya sangat kelelahan baik kelelahan secara fisik maupun secara pikiran.

Ada satu masa dimana saya benar-benar merasa kehilangan diri saya. Saya merasa saya tidak sedang baik-baik saja dan rasanya sulit keluar dari masalah ini. Sampai akhirnya saya mencoba menghubungi teman baik saya dan mencoba bercakap dengannya. Selanjutnya kami berjanjian untuk bertemu.

Ada setitik kelegaan setelah saya bercakap dengan teman saya. Saya merasa saya tidak sendirian. Sepertinya yang saya butuhkan memang ngobrol dengan teman. Akhir-akhir ini saya sering memendam permasalahan sendiri. Saya enggan dan malu bercerita dengan teman karena takut membebani. Padahal sesungguhnya saya sangat membutuhkan teman untuk berbagi.

Apa yang saya hadapi ini sepertinya merupakan akumulasi dari segala permasalahan yang saya hadapi dan saya belum menemukan titik-terangnya. Sepertinya ini juga bagian dari akumulasi emosi-emosi negatif yang selama ini saya pendam dan tidak saya selesaikan sehingga menumpuk dan siap diledakkan. Semua tampak kacau dan berantakan pada saat itu.

Selain mengajak ngobrol teman saya juga banyak berdo’a dan mendekatkan diri pada Alloh agar diberi jalan keluar. Saya memperbanyak istighfar, membaca alqur’an dan juga melakukan sholat malam. Alhamdulillah tiap kali sholat malam jiwa saya merasa tenang. Saya juga mencoba berdialog dengan diri saya sendiri untuk menggali apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya saya inginkan. Saya mencoba jujur dengan diri saya sendiri.

Saya mencoba merunut awal  mula mengapa saya bisa mengalami hal ini.  Akhirnya saya menemukan beberapa jawabannya:
  • Saya belum ikhlas menerima apa yang terjadi pada hidup saya, sayapun belajar mengikhlaskannya meskipun tidak mudah.
  • Saya sangat memaksakan diri saya sendiri, harusnya jika lelah ya beristirahat dan tidak memforsir tubuh maupun pikiran saya karena dampaknya tidak baik untuk fisik dan mental.
  • Saya tidak berani untuk mengatakan tidak pada orang lain, akhirnya saya malah menyulitkan diri saya sendiri. Jika tidak mau melakukan sesuatu atas permintaan orang lain beranilah untuk berterus terang dan mengatakan tidak.
  • Saya selalu merasa diburu-buru oleh waktu, akibatnya saya jadi grusah-grusuh, tidak sabaran, dan jadinya malah nggak teliti/ceroboh. Maka saya berusaha untuk menikmati apa yang saya lakukan, belajar bersikap tenang, hadir penuh, sadar dan utuh. Salah satunya dengan merasakan tarikan dan hembusan nafas serta hadir sepenuhnya dalam setiap aktifitas.
  • Saya kurang mengapresiasi diri saya sendiri meski dengan hal-hal sederhana, mulai saat ini saya belajar untuk mengapresiasi diri saya sendiri dengan hal-hal yang saya suka. Misalnya: jalan-jalan tiap akhir pekan, nonton drama favorit, dan lain-lain
  • Saya menyimpan masalah saya sendiri dan tidak membagikannya kepada orang yang tepat. Saya harus lebih banyak bertemu dan ngobrol dengan teman-teman saya terutama teman baik saya.

Ini adalah hikmah yang saya dapatkan ketika saya mengalami masa-masa sulit hingga nyaris putus asa. Semoga ke depannya jika saya mengalami hal-hal sulit lagi saya akan lebih mudah menanganinya. Semangaaat!:D