Kamis, 03 Agustus 2017

AIV Capacity Buliding Workshop

Alhamdulillah, pada tanggal 25-27 Juli 2017 saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti AIV Capacity Building Workshop on ICT and e-Learning Education yang diadakan oleh Institut of APEC Collaborative Education (IACE) bekerjasama dengan APEC, Balitbang Kemendikbud RI, Kementrian Pendidikan Korea, dan APEC Learning Community Builders. Acara ini diikuti oleh perwakilan peserta dari kalangan guru dan intruktur di lingkungan Kementrian Pendidikan RI, Kemnaker, dan Kemristek Dikti. Acara berlangsung di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta.

Pemateri ada 4 orang yaitu Mr. Im Hyunbin, Mrs. Park Eunhee, Ms. Kim Mijeong, Ms. Kim Jiyoon, dan Ms. Kim Dasom. Dalam training ini kami mendapatkan banyak pengetahuan dan informasi mengenai pendidikan di Korea di antaranya adalah mengenai Sistem Pendidikan di Korea dan Bagaimana Korea Menghadapi World Skill Competition yang Difokuskan pada Sekolah Kejuruan; Bagaimana Memanfaatkan Teknologi Informasi di dalam Kelas dan Kurikulum; Memanfaatkan Teknologi Informasi untuk Kelas yang Interaktif; Sekolah Kejuruan di Korea, dan Pertukaran Budaya.

Saya sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut karena ini adalah forum internasional pertama saya. Awalnya agak nggak pede karena kemampuan bahasa Inggris masih terbatas tetapi saya tetap coba dan alhamdulillah semua berjalan lancar dan kekhawatiran yang ada tidak terjadi. Para pemateri dapat menjelaskan materi dengan  cukup baik dan terjadi hubungan yang interaktif antara para peserta dan pemateri.

Secara umum ada banyak kesamaan antara pendidikan di Indonesia dan Korea. Di Korea SD ditempuh selama 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA 3 tahun. Namun mengenai kurikulum memang ada perbedaan . Kurikulum di Korea dari SD-SMA fokus  Career System Education, pendidikan di Korea fokus pada pengembangan bakat dan minat siswa sehingga siswa sejak dini sudah mengenal potensinya dan mengetahui kelak mereka ingin berkarya di bidang apa.

Sedangkan kurikulum pendidikan di Indonesia berdasarkan pengalaman saya sekolah dari SD-SMA di sekolah negeri belum mengarahkan kepada minat dan bakat siswa sehingga ketika lulus dari sekolah menengah atas kadang siswa masih bingung mau melanjutkan kemana. Tak jarang mereka melanjutkan ke universitas dengan jurusan yang ternyata bukan pilihannya tetapi pilihan orang tua. Kadang ada kasus merasa salah jurusan ketika memasuki universitas sehingga di tengah jalan mundur dan pindah ke jurusan yang lebih diminati. Saya melihat sendiri fenomena tersebut. Jika sejak dini siswa sudah mengenali potensinya dan mengetahui di bidang apa dia akan membangun karir maka hal-hal seperti yang saya sebutkan di atas tidak akan terjadi

Salah satu bentuk perhatian pemerintah Korea dalam sistem pendidikan berbasis karir ini terlihat ketika siswa memasuki sekolah menengah pertama (SMP), di semester pertama kelas 1 tidak ada beban tes  untuk siswa. Pembelajaran dilakukan berbasis pada pengalaman melalui kegiatan-kegiatan seperti art festival, school trip, belajar kerajinan tangan, career exploration, dll. Tujuan dari pembelajaran tersebut adalah agar siswa mengenali potensinya sehingga siswa mudah dalam menentukan rencana dan kehidupan karirnya di masa mendatang. Hal tersebut memudahkan siswa untuk menentukan bidang apa yang akan mereka geluti sehingga begitu lulus dari SMP mereka mudah menentukan langkah selanjutnya, ingin ke sekolah umum atau kejuruan. Setelah lulus ingin langsung bekerja atau ingin melanjutkan ke universitas.

Jadi saya sepakat bahawa sistem pendidikan harus berubah. Bagaimana menjadikan pendidikan sebagai sarana pengembangan minat dan bakat siswa sehingga memudahkan mereka dalam mencapai cita-cita dan berkontribusi sesuai dengan bidangnya.

Oiya ada satu sesi yang seru dan menarik menurut saya yaitu sesi pertukaran budaya (pada hari terakhir). Kali ini kami peserta diajari membuat origami hanbook (pakaian tradisional dari Korea), menggambar kipas kas Korea dengan menggunakan tinta, sedotan, dan cat. Selain itu juga membuat jegi (mainan khas Korea yang nanti akan di tendang berkali-kali seperti kalau main sepak takrau). Semakin lama di tendang semakin bagus skornya dan bisa dinyatakan sebagai pemenang.


Over all, menyenangkan dan sangat bermanfaat sekali bagi saya dalam menjalankan tugas saya sebagai seorang instruktur.  Semoga suatu saat nanti bisa berkunjung langsung ke Korea dan bertemu dengan mereka lagi hehehe. Keempat presenternya baik-baik orangnya, ramah, dan lucuJ







Share:

Kamis, 20 Juli 2017

Mudik dan Bumi Langit

Yaey! Akhirnya ngeblog lagi, saya lagi bosan dan saya butuh menuangkan sesuatu untuk melawan kebosanan akhirnya saya memilih untuk menulis di blog. Kali ini saya ingin cerita pengalaman mudik saya di tahun 2017 dan sedikit mengulas tentang Bumi Langit. Ini adalah pertama kalinya saya mudik sebagai perantau dari Bekasi. Meski sudah pindah ke Bekasi tetapi saya tetap mudik lewat Bandung karena saya sudah terlanjur beli tiket mudik lebaran sebelum tau akan dimutasi. Jika tiket dibatalkan saya malah terancam tidak bisa mudik karena tiket ke arah Jogja baik dari Bandung atau Jakarta sudah habis.


Mudik kali ini saya merasa puas banget karena saya mengajukan cuti sejak H-6 lebaran dan alhamdulillah cutinya disetujui. Kurang lebih saya berada di kampung halaman selama 13 hari. Wah sangat menyenangkan. Sudah kangen banget sama Jogja. Sebagai anak rantau mudik merupakan angin segar, mudik adalah sebuah penyegaran sekaligus pengisisan kembali energi yang hilang. Ada ruang-ruang kosong di dalam hati yang hanya akan terisi manakala kita berkumpul dengan keluarga. Nggak percaya? coba deh jadi anak rantau:)

Saat mudik saya memanfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, bertemu dengan teman-teman, dan tentu saja nostalgia hahaha. Saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Jogja diantaranya Hutan Pinus Mangunan dan pantai di sekitar Parangtritis. Selain itu saya juga sempat mampir di Bumi Langit. Bumi Langit  merupakan kawasan permakultur yang dikembangkan Pak Iskandar Waworuntu di daerah Imogiri. Permakultur menurut wikipedia adalah cabang ilmu desain ekologis, teknik ekologis, dan desain lingkungan yang mengembangkan arsitektur berkelanjutan dan sistem pertanian swadaya berdasarkan ekosistem alam.

Bumi Langit dari atas (in frame Yuni M)


Jadi Bumi Langit merupakan tempat tinggal sekaligus lingkungan pertanian swadaya. Di sana juga ada Warung Bumi Langit yang menyediakan makanan dan olahan produk organik lainnya hasil dari Bumi Langit Permaculture. Selain itu juga disediakan paket kursus bagi yang ingin mendalami permaculture design. Untuk lebih lengkapnya bisa buka di link berikut ini.


Oiya ada kejadian seru saat saya mampir ke Bumi Langit. Pada saat itu memang barengan dengan jadwal kunjungan Obama ke Jogja. Saya mah nggak ngikutin agenda Obama. Setelah puas main di hutan pinus saya dan teman-teman langsung menuju Bumi Langit. Kami sampai di Bumi Langit sekitar jam 13.30 WIB. Saat itu sepertinya sedang ada liputan dari wartawan. Sambil nunggu pesanan saya buka-buka IG. Eh ada postinga dari akun IG Bumi Langit Official tentang kedatangan Obama ke Bumi Langit. Jadi beberapa jam sebelum kami datang, Obama sudah ada di Bumi Langit dan makan siang di situ. Waaah kalau kami datang lebih awal bisa ketemu Obama kali ya hahaha (tapi agak mustahil juga sih, pasti area disterilkan wkwkwk). Belum rezekinya ketemu Obama :)


Suasanan di Bumi Langit enak banget. Desainnya bernuansa Jawa, sederhana, dan nyaman banget buat leyeh-leyeh. Saya paling suka dengan musholanya, besar, bersih, dan kita bisa melihat pemandangan yang memanjakan mata. Makanan yang kami cicipi tidak banyak karena kami sudah makan bakso di Hutan Pinus. Menu yang kami pesan  mulberry and mango juice, roti panggang dengan selai markisa, dan gorengan tahu-tempe. Juice-nya manteb, kentel banget, enak. Roti panggangnya juga enak. Untuk tahu dan tempe, kami kira bentuknya adalah mendoan dan tahu isi ternyata itu adalah gorengan tahu dan tempe yang hanya dibumbui bawang dan garam hehehe, tapi habis dimakan juga sih :). Dalam gorengan tahu dan tempe kerasa banget rasanya menggunakan minyak kelapa.


Sebenarnya, saya sudah sejak lama penasaran dengan Bumi Langit. Berawal dari postingan teman di media sosial akhirnya saya kepo. Buka websitenya dan baca-baca informasi di dalamnya. MashaAlloh luar biasa sekali ternyata visi dan misinya. Mengajak kita untuk menjadi khalifah yang sesungguhnya dengan menyelaraskan hidup kita dengan alam sesuai ajaran Islam.

enaknya leyeh-leyeh di sini
Menurut Bumi Langit masalah-masalah yang terjadi di abad ini penyebabnya adalah gaya hidup duniawi, cara berpikir, orientasi materialistik, yang kemudian disebut dengan modernitas. Demi mencapai tujuannya manusia modern tak jarang menghalalkan berbagai cara termasuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. Duh, sepertinya saya tak layak untuk berbicara banyak tentang hal ini. Saya sangat mendukung dengan apa yang dilakukan Pak Iskandar di Bumi Langit. Salut deh pokoknya!!! Semoga nanti bisa punya tempat tinggal dengan konsep permaculture design  sendiri ya, aamiin .
Warung Bumi Langit


Musholanya nyaman banget

Salah satu sudut di dalam mushola

Yuni dan menu pesanan kami


Share:

Selasa, 13 Juni 2017

KONSPIRASI ALAM SEMESTA



Beberapa waktu yang lalu saya diberi hadiah buku oleh seorang teman. Buku tersebut merupakan novel yang berjudul Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari. Saya baru kenal (eh nggak kenal langsung ding, tau maksudnya)  Fiersa di hari-hari menjelang kepindahan saya ke Bekasi. Saya baper banget waktu itu karena harus meninggalkan Bandung. Fiersa menciptakan lagu yang berjudul Bandung dan bagi saya lagu itu juga mewakili perasaan saya. Menjadi soundtrack of the day waktu itu (hehe lebay). Ternyata lagu-lagu Fiersa yang lain juga enak-enak seperti yang Celengan Rindu, Juara Kedua, Rumah, dan lain-lain. Tapi ati-ati lagunya bikin baper wkwkwkwk, dengarkan seperlunya saja:D


Usut punya usut ternyata Fiersa juga seorang penulis, ada beberapa buku yang sudah diterbitkan salah satunya adalah Konspirasi Alam Semesta. Konspirasi Alam Semesta merupakan perpaduan antara album dan buku seperti karyanya Dewi Lestari yang berjudul Rectoverso. Tiap cerita ada lagunya.  Cerita yang diangkat dalam novel ini adalah kisah percintaan antara Juang Astrajingga dan Ana Tidae. Kisah cinta dua anak manusia yang awalnya rumit namun akhirnya menemukan jalannya.

 Pertemuan mereka adalah pertemuan yang tak terduga. Juang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ana. Pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya bak kebetulan-kebetulan yang sebernarnya bukan kebetulan seolah-olah alam semesta ini berkonspirasi (duh entahlah, kok judulnya kesannya gimana gitu ya? Menurut saya bukan alam semesta yang berkonspirasi tetapi Tuhan yang punya andil besar dalam hal ini). 

Jalinan cerita yang awalnya rumit, akhirnya menemukan titi temu. Juang yang kesannya cuek tapi sebenarnya sangat perhatian berhasil memenangkan hati Ana Tidae yang saat sebenarnya sudah ada yang memiliki. Duh ini kisah cintanya anak muda bangetlah pokoknya hahaha, baca sendiri aja ya. Menurut saya novel ini sad ending hehehe. Paling sebel deh baca novel sad ending (kebanyakan baca dan nonton yang happy ending nih).

Yang saya sukai dari novel ini adalah kemampuan Fersa dalam mrangkai kata-kata dan membuat jalinan cerita yang indah dan menarik. Kata-kata Fiersa dalam novel ini putis-puitis banget. Coba deh kepoin instagramnya, tiap kali posting sesuatu dia selalu menggunakan hata-kata yang wow (nyastra kali ya istilah anak gaul jaman sekarang). Saya jadi ingat Rangga AADC kalau lihat Fiersa wkwkwkwk.

Kalau kalian pecinta novel nggak ada salahnya baca novel ini. Banyak pelajaran juga kok yang bisa diambil dari cerita-cerita di dalamnya. Membaca karya sastra itu bisa mengayakan jiwa. Buku ini bisa dibeli di toko buku tredekat seperti di Gramedia. Kalian akan mendapatkan buku sekaligus CD album Konspirasi Alam Semesta.

Udah dulu ya, selamat membaca:)
Share:

Senin, 05 Juni 2017

SEJENAK HENING



Dulu saya sempat posting buku ini di instragram dan bilang mau nge-review kalau udah selesai baca. Sebenarnya saya sudah lama menyelesaikannya yaitu sekitar bulan juli 2016 hehehe. Lama banget kan? Namun karena kesibukan dan berbagai alasan (halah, membela diri) akhirnya baru sempat nulis review-nya sekarang.

Sejenak Hening itu merupakan karya dari  Adjie Silarus. Beliau sih menyebut dirinya sebagai pelayan hening dan murid kehidupan yang tak unjung pintar. Adjie juga merupakan founder dan CEO dari SukhaCitta yaitu perusahaan yang membuat perencanaan, mengelola pelatihan, seminar, dan konsultasi yang berkaitan dengan hidup bahagia.

Buku ini berisi renungan-renungan singkat bersadarkan pengalaman penulis yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan yang akhir-akhir ini penuh dengan keriuhan yang akhirnya secara tidak sadar membuat kita sibuk dan lupa menikmati apa yang kita lakukan pada saat itu. Contohnya saat berkumpul dengan teman, masing-masing kita sibuk dengan gadget  masing-masing.  Kita tida sepenuhnya hadir dalam perkumpulan tersebut.

Contoh lain, saat sedang makan kita tidak fokus makan tetapi kita malah makan disambi dengan membalas chat atau cuitan yang ada di media sosial. Kita tidak benar-benar menikmati apa yang sedang kita lakukan dalam hal ini adalah makan. Pikiran kita sibuk mengembara kemana-mana di media sosial.

Di dalam buku ini Mas Adjie mengajak kita untuk hening sejenak.  Ada kalanya kita harus mengambil jeda, hening sejenak dan menyadari nafas kita. Salah satu cara membangun kesadaran kita adalah dengan menyadari nafas. Jangan sampai kita sibuk mengembara ke masa depan  atau  terjebak di masa lalu sehingga kita tidak hadir sepenuhnya di masa kini. Kita diajak untuk sadar dan hadir penuh terhadap aktifitas yang kita lakukan. Jika memang sedang makan ya makan saja, nikmati setiap kunyahannya, nikmati setiap sensasi rasa yang ada. Dari hal-hal sederhana tersebut kita jadi lebih menikmati hidup kita. 

Ada banyak hal-hal sederhana yang jika kita benar-benar menikmati dan menyadarinya bisa menjadi sumber kebahagiaan. Jadi tidak perlu menunggu untuk bahagia. Bangun pagi, menikmati udara pagi dan pemandangan yang mengitarinya. Jika kita benar-benar sadar dan merasakan  hal tersebut bisa menjadi sumber kebahagiaan. Betapa Allah sudah memberikan anugerah yang luar biasa kepada kita.

Kok jadi panjang banget ya?hehe, intinya mah buku ini mengajak kita untuk menjalani hari-hari kita dengan penuh kesadaran, sederhana (apa adanya lah, nggak usah riweuh), dan bahagia. Menikmati setiap moment dalam hidup kita dan menggali hal-hal sederhana yang selama ini tanpa kita sadari justru bisa menjadi sumber kebahagiaan kita.

Selamat membaca!

Alhamdulillah akhirnya plong juga, janji di instagram terpenuhi hehehe:D
Share:

Jumat, 26 Mei 2017

Bidadari Bermata Bening

Yaey! Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan membaca novel terbarunya Kang Abik. Tadinya agak ilfil saat lihat covernya, menurut saya sih gimana ya kurang bagus aja sih hehe tetapi karena ini adalah karya Kang Abik saya tetap membelinya. Sepertinya tidak ada yang menyansikan kepiawaian Kang Abik dalam menghasilkan karya. Dimulai dengan karya fenomenal Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta dll bagi saya karya-karyanya begitu menggungah dan mencerahkan. 

Novel-novelnya seperti menjadi bacaan wajib bagi saya. Kang Abik sangat piawai dalam menyampaikan kedalaman ilmunya melalui rangkaian cerita yang menarik dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun kadang kala karya-karyanya terkesan drama banget. Yaaa, kadang kan hidup ini memang drama ya hehehe.


Di novel terbarunya yang berjudul Bidadari Bermata Bening Kang Abik menceritakan tetang seorang gadis bernama Ayna Mardheya. Ayna adalah seseorang khadimah (pembantu) di sebuat pesantren di Magelang. Tetapi dia bukanlah seorang khadimah biasa. Dia adalah seorang khadimah sekaligus santri yang istimewa dan berprestasi. Kondisinya yang yatim piatu mendorongnya untuk menjadi khadimah untuk menyambung hidup. Kehidupannya penuh liku termasuk kisah cintanya.

Banyak hikmah yang saya dapatkan dari novel ini tentang keteguhan, semangat berjuang, menjaga kesucian, serta kecintaan terhadap Tuhan, orang tua, dan juga ilmu. Semua bisa dirangkum Kang Abik dengan sangat cantik. Berlatar kehidupan pesantren yang khas namun tetap sesuai dengan perkembangan jaman. Novel ini layak dibaca oleh siapa saja, baik remaja, dewasa ataupun orang tua. Selamat membaca semoga mendapatkan pencerahan!:)

Share:

Senin, 08 Mei 2017

PINDAH KE BEKASI

Hari kamis, 6 April ada undangan dari biro kepegawaian Naker untuk mengikuti sumpah jabatan di kantor. dag dig dug rasanya hari itu apalagi banyak isu yang berhrmbus terkait pemindahan calon instruktur baru ke beberapa daerah. Maklum, saya termasuk calon instruktur baru, deg-degan lah hari itu. Setelah gladi bersih tiba-tiba ada WA masuk dari PLT Kabid kepegawaian ke WA salah satu dari kami yang isinya berupa pemberitahuan jika nama-nama yang terlampir di WA silakan berkumpul di ruang 23 jam 10 setelah selesai sumpah jabatan.
Khusyak-khusukpun segera berhembus dan berbagai macam asumsi kami utarakan satu sama lain. Jeng-jeng, hingga tibalah saat yang ditunggu dan benar 13 orang dari 19 calon instruktur baru dipindahtugaskan termasuk saya. Sebenernya saya sudah menyiapkan mental untuk dipindah hanya saja ini di luar dugaan. Saya mengira akan dipindah ke Semarang tetapi ternyata dipindahnya ke Bekasi wkwkwkwkw.
Hari itu saya lagi baper banget. Saat disumpah kata-kata tak bisa keluar dari mulut saya, sesak dan hanya sampai di kerongkongan. Air mata tak bisa dibendung. Ditambah pengumuman soal mutasi menambah sesak dada saya. Begitu masuk ke ruang kejuruan saya benar-benar tak bisa membendung air mata saya. Tumpah setumpah-tumpahnya.
Bandung adalah kota impian sejak dulu, sejak saya berumur 13 tahun. Bahagia sekali rasanya bisa tinggal di kota yang kita inginkan. Tapi kenyataan harus berkata lain, saya harus pindah ke Bekasi. Kota yang tak terbayangkan sebelumnya. Sedih pasti tapi ya harus dihadapi dan dijalani. Bahwa memang benar, hidup ini bukan hanya tentang menggenggam erat namun juga tentang melepaskan.

See you Bandung, haturnuhun untuk segalanya :')

Share:

Kamis, 16 Maret 2017

Fenomena Pemuda Hijrah

Alhamdulillah, semalem Alloh memberikan kesempatan bagi saya untuk hadir di Kajian Pemuda Hijrah di Masjid Trans Studio Bandung. Berbicara tentang hijrah maka sekarang ini hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer. Media punya andil besar dalam mempopulerkan kata hijrah apalagi seperti yang kita ketahui banyak publik figur yang akhirnya melakukan hijrah sebut saja Sakti S07, Gito Rolis, Teuku Wisnu, Caesar dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apa sih hijrah itu? Hijrah menurut bahasa adalah meninggalkan, menjauhi dari, dan berpindah tempat (Surana Dedi, 2015). Hijrah juga dilakukan oleh  Rasulullah SAW dan para sahabat demi menegakkan agama Islam. 

Hijrah dalam konteks sebagai seorang muslim menurut Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal memiliki dua maksud, yang pertama adalah hijrah hissi  yaitu berpindah tempat, berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyari’atkan. Kedua Hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.

Jadi hijrah adalah perpindahan dari keadaan yang tidak baik menuju keadaan yang lebih baik, berpindah dari perilaku buruk kepada perilaku baik, berpindah dari maksiat menuju taat untuk mendapatkan ridho Alloh SWT. Saya selalu kagum jika menyimak kisah-kisah hijrah seseorang. Ada perasaan haru dan semangat yang merambat untuk terus berbenah.

Fenomena Pemuda Hijrah di Bandung  (SHIFT) sangat menginspirasi bagi saya. Saya juga pernah menuliskan tentang gerakan ini di postingan sebelumnya di sini. Haru dan bangga rasanya menyaksikan masjid dipenuhi anak-anak muda untuk sama-sama belajar dan mangkaji agama Islam. Menyaksikan semangat anak muda untuk terus berbenah dan menjaga ketaatan dengan cara yang mudah diterima dan menyentuh banyak kalangan, khususnya kalangan muda. 

Menurut saya pemanfaatan media sosial (FB, twitter, instagram, dll), publikasi yang menarik dan kreatif, dukungan komunitas gaul Bandung seperti komunitas Skateboard dan Motor, serta pembawaan Ustadz yang gaul, komunikatif, dan materi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda menjadi faktor penentu kajian ini diminati kaum muda.


Fenomena Pemuda Hijrah ini sepertinya sampai di telinga petinggi Jabar. Buktinya semalam tanpa diberitahukan dalam video teaser sebelumnya, ada bintang tamu yang tak disangka hadir (mungkin sudah ada kontak dengan panitia tapi tidak dipublikasikan di video teaser). Ya beliau Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan hadir dalam kajian semalam. Beliau sangat mengapresiasi anak-anak muda Bandung yang hadir pada kajian malam itu. Beliau juga mewasiatkan agar kita senantiasa menjaga ketaqwaan kepada Alloh SWT. MasyaAlloh, seneng ya kalau punya pemimpin sholeh karena bicaranyapun menghadirkan ketenangan.

Semoga apa yang sudah dilakukan Pemuda Hijrah ini menginspirasi banyak orang kuhusnya para pemuda. Di tangan pemudalah nasib bangsa ini ke depan. Kalau pemuda-pemudinya sholeh/ah dan taat kepada Alloh bukan tidak mungkin negeri ini bisa menjadi tonggak kebangkitan Islam yang rahmatan lil'alamin.

Saya teringat kata-kata Ucay mantan vokalis Rocket Rockers Band asal Bandung dalam sebuah tayangan, "Hijrah itu istimewa tetapi lebih istimewa lagi jika kita istiqomah". Ya, istiqomah itu ternyata lebih sulit. Banyak godaannya apalagi kalau kita tidak mampu memilih lingkungan pergaulan yang baik. Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang baik yang dapat membuat kita istiqomah. Semoga kita istiqomah hingga akhir hayat, aamiin. Terima kasih Pemuda Hijrah!





Share: