Selasa, 13 Juni 2017

KONSPIRASI ALAM SEMESTA



Beberapa waktu yang lalu saya diberi hadiah buku oleh seorang teman. Buku tersebut merupakan novel yang berjudul Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari. Saya baru kenal (eh nggak kenal langsung ding, tau maksudnya)  Fiersa di hari-hari menjelang kepindahan saya ke Bekasi. Saya baper banget waktu itu karena harus meninggalkan Bandung. Fiersa menciptakan lagu yang berjudul Bandung dan bagi saya lagu itu juga mewakili perasaan saya. Menjadi soundtrack of the day waktu itu (hehe lebay). Ternyata lagu-lagu Fiersa yang lain juga enak-enak seperti yang Celengan Rindu, Juara Kedua, Rumah, dan lain-lain. Tapi ati-ati lagunya bikin baper wkwkwkwk, dengarkan seperlunya saja:D


Usut punya usut ternyata Fiersa juga seorang penulis, ada beberapa buku yang sudah diterbitkan salah satunya adalah Konspirasi Alam Semesta. Konspirasi Alam Semesta merupakan perpaduan antara album dan buku seperti karyanya Dewi Lestari yang berjudul Rectoverso. Tiap cerita ada lagunya.  Cerita yang diangkat dalam novel ini adalah kisah percintaan antara Juang Astrajingga dan Ana Tidae. Kisah cinta dua anak manusia yang awalnya rumit namun akhirnya menemukan jalannya.

 Pertemuan mereka adalah pertemuan yang tak terduga. Juang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Ana. Pertemuan-pertemuan mereka selanjutnya bak kebetulan-kebetulan yang sebernarnya bukan kebetulan seolah-olah alam semesta ini berkonspirasi (duh entahlah, kok judulnya kesannya gimana gitu ya? Menurut saya bukan alam semesta yang berkonspirasi tetapi Tuhan yang punya andil besar dalam hal ini). 

Jalinan cerita yang awalnya rumit, akhirnya menemukan titi temu. Juang yang kesannya cuek tapi sebenarnya sangat perhatian berhasil memenangkan hati Ana Tidae yang saat sebenarnya sudah ada yang memiliki. Duh ini kisah cintanya anak muda bangetlah pokoknya hahaha, baca sendiri aja ya. Menurut saya novel ini sad ending hehehe. Paling sebel deh baca novel sad ending (kebanyakan baca dan nonton yang happy ending nih).

Yang saya sukai dari novel ini adalah kemampuan Fersa dalam mrangkai kata-kata dan membuat jalinan cerita yang indah dan menarik. Kata-kata Fiersa dalam novel ini putis-puitis banget. Coba deh kepoin instagramnya, tiap kali posting sesuatu dia selalu menggunakan hata-kata yang wow (nyastra kali ya istilah anak gaul jaman sekarang). Saya jadi ingat Rangga AADC kalau lihat Fiersa wkwkwkwk.

Kalau kalian pecinta novel nggak ada salahnya baca novel ini. Banyak pelajaran juga kok yang bisa diambil dari cerita-cerita di dalamnya. Membaca karya sastra itu bisa mengayakan jiwa. Buku ini bisa dibeli di toko buku tredekat seperti di Gramedia. Kalian akan mendapatkan buku sekaligus CD album Konspirasi Alam Semesta.

Udah dulu ya, selamat membaca:)
Share:

Senin, 05 Juni 2017

SEJENAK HENING



Dulu saya sempat posting buku ini di instragram dan bilang mau nge-review kalau udah selesai baca. Sebenarnya saya sudah lama menyelesaikannya yaitu sekitar bulan juli 2016 hehehe. Lama banget kan? Namun karena kesibukan dan berbagai alasan (halah, membela diri) akhirnya baru sempat nulis review-nya sekarang.

Sejenak Hening itu merupakan karya dari  Adjie Silarus. Beliau sih menyebut dirinya sebagai pelayan hening dan murid kehidupan yang tak unjung pintar. Adjie juga merupakan founder dan CEO dari SukhaCitta yaitu perusahaan yang membuat perencanaan, mengelola pelatihan, seminar, dan konsultasi yang berkaitan dengan hidup bahagia.

Buku ini berisi renungan-renungan singkat bersadarkan pengalaman penulis yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan yang akhir-akhir ini penuh dengan keriuhan yang akhirnya secara tidak sadar membuat kita sibuk dan lupa menikmati apa yang kita lakukan pada saat itu. Contohnya saat berkumpul dengan teman, masing-masing kita sibuk dengan gadget  masing-masing.  Kita tida sepenuhnya hadir dalam perkumpulan tersebut.

Contoh lain, saat sedang makan kita tidak fokus makan tetapi kita malah makan disambi dengan membalas chat atau cuitan yang ada di media sosial. Kita tidak benar-benar menikmati apa yang sedang kita lakukan dalam hal ini adalah makan. Pikiran kita sibuk mengembara kemana-mana di media sosial.

Di dalam buku ini Mas Adjie mengajak kita untuk hening sejenak.  Ada kalanya kita harus mengambil jeda, hening sejenak dan menyadari nafas kita. Salah satu cara membangun kesadaran kita adalah dengan menyadari nafas. Jangan sampai kita sibuk mengembara ke masa depan  atau  terjebak di masa lalu sehingga kita tidak hadir sepenuhnya di masa kini. Kita diajak untuk sadar dan hadir penuh terhadap aktifitas yang kita lakukan. Jika memang sedang makan ya makan saja, nikmati setiap kunyahannya, nikmati setiap sensasi rasa yang ada. Dari hal-hal sederhana tersebut kita jadi lebih menikmati hidup kita. 

Ada banyak hal-hal sederhana yang jika kita benar-benar menikmati dan menyadarinya bisa menjadi sumber kebahagiaan. Jadi tidak perlu menunggu untuk bahagia. Bangun pagi, menikmati udara pagi dan pemandangan yang mengitarinya. Jika kita benar-benar sadar dan merasakan  hal tersebut bisa menjadi sumber kebahagiaan. Betapa Allah sudah memberikan anugerah yang luar biasa kepada kita.

Kok jadi panjang banget ya?hehe, intinya mah buku ini mengajak kita untuk menjalani hari-hari kita dengan penuh kesadaran, sederhana (apa adanya lah, nggak usah riweuh), dan bahagia. Menikmati setiap moment dalam hidup kita dan menggali hal-hal sederhana yang selama ini tanpa kita sadari justru bisa menjadi sumber kebahagiaan kita.

Selamat membaca!

Alhamdulillah akhirnya plong juga, janji di instagram terpenuhi hehehe:D
Share:

Jumat, 26 Mei 2017

Bidadari Bermata Bening

Yaey! Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan membaca novel terbarunya Kang Abik. Tadinya agak ilfil saat lihat covernya, menurut saya sih gimana ya kurang bagus aja sih hehe tetapi karena ini adalah karya Kang Abik saya tetap membelinya. Sepertinya tidak ada yang menyansikan kepiawaian Kang Abik dalam menghasilkan karya. Dimulai dengan karya fenomenal Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Bumi Cinta dll bagi saya karya-karyanya begitu menggungah dan mencerahkan. 

Novel-novelnya seperti menjadi bacaan wajib bagi saya. Kang Abik sangat piawai dalam menyampaikan kedalaman ilmunya melalui rangkaian cerita yang menarik dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun kadang kala karya-karyanya terkesan drama banget. Yaaa, kadang kan hidup ini memang drama ya hehehe.


Di novel terbarunya yang berjudul Bidadari Bermata Bening Kang Abik menceritakan tetang seorang gadis bernama Ayna Mardheya. Ayna adalah seseorang khadimah (pembantu) di sebuat pesantren di Magelang. Tetapi dia bukanlah seorang khadimah biasa. Dia adalah seorang khadimah sekaligus santri yang istimewa dan berprestasi. Kondisinya yang yatim piatu mendorongnya untuk menjadi khadimah untuk menyambung hidup. Kehidupannya penuh liku termasuk kisah cintanya.

Banyak hikmah yang saya dapatkan dari novel ini tentang keteguhan, semangat berjuang, menjaga kesucian, serta kecintaan terhadap Tuhan, orang tua, dan juga ilmu. Semua bisa dirangkum Kang Abik dengan sangat cantik. Berlatar kehidupan pesantren yang khas namun tetap sesuai dengan perkembangan jaman. Novel ini layak dibaca oleh siapa saja, baik remaja, dewasa ataupun orang tua. Selamat membaca semoga mendapatkan pencerahan!:)

Share:

Senin, 08 Mei 2017

PINDAH KE BEKASI

Hari kamis, 6 April ada undangan dari biro kepegawaian Naker untuk mengikuti sumpah jabatan di kantor. dag dig dug rasanya hari itu apalagi banyak isu yang berhrmbus terkait pemindahan calon instruktur baru ke beberapa daerah. Maklum, saya termasuk calon instruktur baru, deg-degan lah hari itu. Setelah gladi bersih tiba-tiba ada WA masuk dari PLT Kabid kepegawaian ke WA salah satu dari kami yang isinya berupa pemberitahuan jika nama-nama yang terlampir di WA silakan berkumpul di ruang 23 jam 10 setelah selesai sumpah jabatan.
Khusyak-khusukpun segera berhembus dan berbagai macam asumsi kami utarakan satu sama lain. Jeng-jeng, hingga tibalah saat yang ditunggu dan benar 13 orang dari 19 calon instruktur baru dipindahtugaskan termasuk saya. Sebenernya saya sudah menyiapkan mental untuk dipindah hanya saja ini di luar dugaan. Saya mengira akan dipindah ke Semarang tetapi ternyata dipindahnya ke Bekasi wkwkwkwkw.
Hari itu saya lagi baper banget. Saat disumpah kata-kata tak bisa keluar dari mulut saya, sesak dan hanya sampai di kerongkongan. Air mata tak bisa dibendung. Ditambah pengumuman soal mutasi menambah sesak dada saya. Begitu masuk ke ruang kejuruan saya benar-benar tak bisa membendung air mata saya. Tumpah setumpah-tumpahnya.
Bandung adalah kota impian sejak dulu, sejak saya berumur 13 tahun. Bahagia sekali rasanya bisa tinggal di kota yang kita inginkan. Tapi kenyataan harus berkata lain, saya harus pindah ke Bekasi. Kota yang tak terbayangkan sebelumnya. Sedih pasti tapi ya harus dihadapi dan dijalani. Bahwa memang benar, hidup ini bukan hanya tentang menggenggam erat namun juga tentang melepaskan.

See you Bandung, haturnuhun untuk segalanya :')

Share:

Kamis, 16 Maret 2017

Fenomena Pemuda Hijrah

Alhamdulillah, semalem Alloh memberikan kesempatan bagi saya untuk hadir di Kajian Pemuda Hijrah di Masjid Trans Studio Bandung. Berbicara tentang hijrah maka sekarang ini hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer. Media punya andil besar dalam mempopulerkan kata hijrah apalagi seperti yang kita ketahui banyak publik figur yang akhirnya melakukan hijrah sebut saja Sakti S07, Gito Rolis, Teuku Wisnu, Caesar dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apa sih hijrah itu? Hijrah menurut bahasa adalah meninggalkan, menjauhi dari, dan berpindah tempat (Surana Dedi, 2015). Hijrah juga dilakukan oleh  Rasulullah SAW dan para sahabat demi menegakkan agama Islam. 

Hijrah dalam konteks sebagai seorang muslim menurut Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal memiliki dua maksud, yang pertama adalah hijrah hissi  yaitu berpindah tempat, berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyari’atkan. Kedua Hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.

Jadi hijrah adalah perpindahan dari keadaan yang tidak baik menuju keadaan yang lebih baik, berpindah dari perilaku buruk kepada perilaku baik, berpindah dari maksiat menuju taat untuk mendapatkan ridho Alloh SWT. Saya selalu kagum jika menyimak kisah-kisah hijrah seseorang. Ada perasaan haru dan semangat yang merambat untuk terus berbenah.

Fenomena Pemuda Hijrah di Bandung  (SHIFT) sangat menginspirasi bagi saya. Saya juga pernah menuliskan tentang gerakan ini di postingan sebelumnya di sini. Haru dan bangga rasanya menyaksikan masjid dipenuhi anak-anak muda untuk sama-sama belajar dan mangkaji agama Islam. Menyaksikan semangat anak muda untuk terus berbenah dan menjaga ketaatan dengan cara yang mudah diterima dan menyentuh banyak kalangan, khususnya kalangan muda. 

Menurut saya pemanfaatan media sosial (FB, twitter, instagram, dll), publikasi yang menarik dan kreatif, dukungan komunitas gaul Bandung seperti komunitas Skateboard dan Motor, serta pembawaan Ustadz yang gaul, komunikatif, dan materi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda menjadi faktor penentu kajian ini diminati kaum muda.


Fenomena Pemuda Hijrah ini sepertinya sampai di telinga petinggi Jabar. Buktinya semalam tanpa diberitahukan dalam video teaser sebelumnya, ada bintang tamu yang tak disangka hadir (mungkin sudah ada kontak dengan panitia tapi tidak dipublikasikan di video teaser). Ya beliau Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan hadir dalam kajian semalam. Beliau sangat mengapresiasi anak-anak muda Bandung yang hadir pada kajian malam itu. Beliau juga mewasiatkan agar kita senantiasa menjaga ketaqwaan kepada Alloh SWT. MasyaAlloh, seneng ya kalau punya pemimpin sholeh karena bicaranyapun menghadirkan ketenangan.

Semoga apa yang sudah dilakukan Pemuda Hijrah ini menginspirasi banyak orang kuhusnya para pemuda. Di tangan pemudalah nasib bangsa ini ke depan. Kalau pemuda-pemudinya sholeh/ah dan taat kepada Alloh bukan tidak mungkin negeri ini bisa menjadi tonggak kebangkitan Islam yang rahmatan lil'alamin.

Saya teringat kata-kata Ucay mantan vokalis Rocket Rockers Band asal Bandung dalam sebuah tayangan, "Hijrah itu istimewa tetapi lebih istimewa lagi jika kita istiqomah". Ya, istiqomah itu ternyata lebih sulit. Banyak godaannya apalagi kalau kita tidak mampu memilih lingkungan pergaulan yang baik. Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang baik yang dapat membuat kita istiqomah. Semoga kita istiqomah hingga akhir hayat, aamiin. Terima kasih Pemuda Hijrah!





Share:

Selasa, 14 Maret 2017

OFFROAD DI LEMBANG

Alhamdulillah kemarin hari minggu saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan offroad di Lembang. Kegiatan ini merupakan puncak dari acara Pelatihan Motivasi dan Pengembangan Instruktur yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas Kementrian Ketenagakerjaan RI dimana saya bernaung dibawahnya.


Tadinya saya mengira offroad ini akan membuat saya pusing dan mual karena dalam banyangan saya kegiatan offroad ini adalah melaju dengan mobil jeep dengan kecepatan tinggi di jalan yang nggak mulus dan penuh rintangan. Kalau dipikir nggak mungkin juga sih kalau banyak rintangan tapi ngebut heheheh.

Saya belain nggak makan siang karena takut muntah, saya cuma makan pisang biar perut tetap tersisi. Sebelum mobil melajupun saya deg-degan dan sempat nitip pesan ke driver biar jangan kenceng-kenceng mengemudi mobilnya heuheu (norak dan sok tau banget ya saya?hehehehe)


Saat sudah jalan, baru nyadar oh ternyata offroad gini to. Melewati jalanan yang sempit kadang berlumpur yang membuat mobil terperosok, atau melewati jalan sempit yang berdinding tanah, atau melewati jalan yang berair sehingga airnya bisa masuk mobil. Mobil berguncang-guncang yang menyebabkan kita ikut berguncang ke kanan ke kiri, ke depan, ke belakang atau bahkan terlempar dari tempat duduk.

Kalau lihat di wikipedia offroad  adalah  mengendarai kendaraan di luar jalan raya, apakah itu jalan tanah, lumpur, pasir, sungai, atau batuan yang masih dalam kondisi apa adanya. Atau dengan kata lain perjalanan dengan kendaraan bermotor di luar jalanan beraspal.

Alhamdulillah saya nggak pusing dan nggak mual, malah saya seneng karena bisa menikmati alam dengan cara yang berbeda hehe. 

Bersama Tim Kelompok 3 (foto dari Mbak Neni)


Pelajarannya apa yang bisa diambil? jangan suka negative thinking karena apa yang kita prasangkakan belum tentu terjadi. Kadang jalan yang kita lewati itu tak selamanya mulus, berbelok lah, sempit, banyak bebatuan, atau ada hamparan air dan lumpur yang menghadang. Apapun jalan yang harus kita lalui maka hadapi, hayati, dan nikmati. 


Share:

Selasa, 28 Februari 2017

Catatan Anak Rantau #3 Mager

Mager alias males gerak menjadi salah satu penyakit anak kos terutama kalau weekend. Entah sindrom ini hanya saya yang merasakan atau juga dirasakan oleh anak kos yang lainnya. Tiap sabtu minggu bawaannya mager hehehe terutama sabtu pagi sih karena senin-jumat rutin ke kantor dari jam 07.30-16.00. Begitu sabtu pagi bawaannya nggak pengen kemana-mana dulu.

Kebiasaan mager kalau terus menerus dilakukan nggak baik juga sih karena akhirnya jadi nggak produktif. Glundang-glundung di kosan, gegoleran, mantengin medsos dll. Ini jadi tantangan saya tersendiri untuk melawan kebiasaan mager biar nggak mager-mager banget hehehe. Ada kalanya mager itu adalah sebagai sebuah me time untuk diri sendiri terlebih jika hari-hari sebelumnya aktifitasnya cukup padat dan melelahkan. Mager di kosan menikmati minuman dan cemilan favorit di temani sebuah film atau buku bacaan kadang jadi hadiah tersendiri. Kadang cuma dengerin musik atau lihat beberapa tayangan di youtube baik tayangan komedi, motivasi dan lain-lain sudah cukup. Nggak perlu biaya mahal-mahal untuk me time.

Oiya mager yang saya maksud dalam tulisan ini adalah mager dalam artian nggak keluar dari lingkungan kosan. Ya tetep gerak sih sebenernya sekedar mandi, bikin minum, atau nongkrong di balkon kosan hehe. Nggak keluar untuk jalan-jalan ke luar kosan


Sebenarnya hari sabtu-minggu saya nggak mager-mager banget sih hehe karena ada jadwal rutin pekanan yang harus diikuti. Tapi kadang ada waktu-waktu atau jam yang lebih longgar dan selo heheh. Kemarin minggu pagi saya lumayan selo karena baru ada acara jam 10 pagi. Nah kok sayang banget rasanya kalau pagi-pagi mager aja di kosan. Sejak semalem sebelumnya saya udah kepikiran untuk jalan-jalan pagi di kawasan Asia-Afrika dan Braga. Nggak perlu naik motor cukup naik angkot biar nggak terlalu capek dan lebih santai.

Pagi harinya setelah sholat subuh kok rasanya penyakit mager muncul. Ada rasa malas untuk merealisasikan rencana yang semalam saya pikirkan. Tapi tiba-tiba rasa malas itu menghilang dan sayapun bergegas siap-siap merealisasikan rencana saya. Setelah cuci muka, gosok gigi dll tanpa mandi hehehe saya menuju Asia Afrika menggunakan angkot. Cukup naik angkot sekali saja. Turun di alun-alun lalu jalan kaki dari alun-alun-gedung merdeka-braga-sampai daerah paberik kopi yang terkenal dengan kopi aromanya dan sampai alun-alun lagi.

Capek sih hehehe, tapi seneng dan puas.  Setelah itu naik angkot lagi  untuk pulang dan mampir sarapan  soto ayam kampung khas Tasikmalaya deket kosan yang dah jadi tempat langganan. Alhamdulillah nikmat banget. Kadang yang namanya jalan-jalan atau refreshing itu nggak harus jauh-jauh ya, ke tempat-tempat yang dekat dengan biaya terjangkau ternyata juga dapat membuat pikiran dan hati jadi lebih seneng.



Semoga weekend selanjutnya nggak mager-mager bangetlah ya, semoga weekend tetap produktif dan tetap sehat:). Ini ada tips dari  CNN yang sehari sebelumnya sudah saya baca hehehe. Semoga weekend tetap sehat hahaha
Share: